Skip to main content

Jauh Darimu


Aku dan kamu
Dua orang yang tak saling kenal pada awalnya, sampai kita dipertemukan ditempat yang sama 4 setengah tahun yang lalu. 4 tahun lebih mengenalmu dan menyelami dirimu bukanlah sebuah jangka waktu yang sebentar tapi lebih dari itu merupakan sebuah waktu yang seharusnya bisa membuat kita bertahan.
Aku dan kamu
Pernah ada dalam harmoni indah sebuah nada-nada kasih yang menjelma menjadi alunan melodi cinta. Kita berdua yang dulu selalu dipertahankan oleh semesta dan selalu didoakan oleh peri-peri cantiknya.
Aku dan kamu
Sekarang tak ubahnya hanyalah dua orang yang saling berjauhan, bukan kamu tapi aku yang mencoba menjauh. Dulu jauh darimu adalah apa yang aku takutkan dan khawatirkan. Alasannya karena dirimu, aku takut siapa yang akan menjagamu, aku khawatir siapa yang akan mengurusmu. Lebih dari itu aku takut nantinya menyesal telah menjauh.
Namun kini, jauh darimu adalah apa yang benar-benar ingin aku lakukan, jauh darimu adalah sebaik-baiknya doa. Tak ada kata takut ataupun khawatir karena aku tahu sudah ada penggantiku disana untuk yang kedua kali. Kumohon doakan aku untuk bisa melakukan itu dengan baik. Terimakasih.

Comments

Popular posts from this blog

Satu Wanita Sempurna

Katanya tak ada manusia sempurna Tapi aku memilikinya Seorang wanita yang selalu menjadikan kuatnya untuk diriku Yang tak henti-hentinya bersujud kepada-Nya memohon segala kebaikan diriku Dan seorang wanita yang tak pernah lelah berjuang sejak aku tumbuh dalam rahimnya "Semangat ya kuliahnya, Nak" "Adik jangan lupa ibadahnya" "Makan makanan yang bergizi jangan sampai sakit ya" "Selalu rendah hati banyak bersyukur" Teruntuk ibunda terbaik sepanjang masa, biarkan rinduku ini tumpah dalam pelukmu Dan biarkan aku menjadi pelindung untuk segala air mata sedihmu...

Pria Baik

Dalam cerita semesta dulu kita tidak berada pada lembar yang sama Mungkin kamu ada di lembar awal dengan tokoh yang bukan aku Atau mungkin justru aku yang berada di lembar awal itu sedang tenggelam dengan cerita masa laluku Entahlah, Tapi yang ku tahu kini semesta menuliskan aku dan kamu di lembar yang sama Pada lembar ini kita memulai cerita hanya ada aku dan kamu di dalamnya. "Jadi kita mulai darimana cerita ini?" Tanyamu. "Dari dua cangkir kopi yang kita minum berdua." "Mengapa?" "Karena aku menemukan kamu disana, aku menemukan cintaku." Jawabku. Teruntuk Kamu Pria Baik... Biarkan aku jatuh cinta padamu, jatuh sekali lalu mencintaimu untuk seterusnya...