Skip to main content

Posts

Satu Wanita Sempurna

Katanya tak ada manusia sempurna Tapi aku memilikinya Seorang wanita yang selalu menjadikan kuatnya untuk diriku Yang tak henti-hentinya bersujud kepada-Nya memohon segala kebaikan diriku Dan seorang wanita yang tak pernah lelah berjuang sejak aku tumbuh dalam rahimnya "Semangat ya kuliahnya, Nak" "Adik jangan lupa ibadahnya" "Makan makanan yang bergizi jangan sampai sakit ya" "Selalu rendah hati banyak bersyukur" Teruntuk ibunda terbaik sepanjang masa, biarkan rinduku ini tumpah dalam pelukmu Dan biarkan aku menjadi pelindung untuk segala air mata sedihmu...
Recent posts

Pria Baik

Dalam cerita semesta dulu kita tidak berada pada lembar yang sama Mungkin kamu ada di lembar awal dengan tokoh yang bukan aku Atau mungkin justru aku yang berada di lembar awal itu sedang tenggelam dengan cerita masa laluku Entahlah, Tapi yang ku tahu kini semesta menuliskan aku dan kamu di lembar yang sama Pada lembar ini kita memulai cerita hanya ada aku dan kamu di dalamnya. "Jadi kita mulai darimana cerita ini?" Tanyamu. "Dari dua cangkir kopi yang kita minum berdua." "Mengapa?" "Karena aku menemukan kamu disana, aku menemukan cintaku." Jawabku. Teruntuk Kamu Pria Baik... Biarkan aku jatuh cinta padamu, jatuh sekali lalu mencintaimu untuk seterusnya...

Jauh Darimu

Aku dan kamu Dua orang yang tak saling kenal pada awalnya, sampai kita dipertemukan ditempat yang sama 4 setengah tahun yang lalu. 4 tahun lebih mengenalmu dan menyelami dirimu bukanlah sebuah jangka waktu yang sebentar tapi lebih dari itu merupakan sebuah waktu yang seharusnya bisa membuat kita bertahan. Aku dan kamu Pernah ada dalam harmoni indah sebuah nada-nada kasih yang menjelma menjadi alunan melodi cinta. Kita berdua yang dulu selalu dipertahankan oleh semesta dan selalu didoakan oleh peri-peri cantiknya. Aku dan kamu Sekarang tak ubahnya hanyalah dua orang yang saling berjauhan, bukan kamu tapi aku yang mencoba menjauh. Dulu jauh darimu adalah apa yang aku takutkan dan khawatirkan. Alasannya karena dirimu, aku takut siapa yang akan menjagamu, aku khawatir siapa yang akan mengurusmu. Lebih dari itu aku takut nantinya menyesal telah menjauh. Namun kini, jauh darimu adalah apa yang benar-benar ingin aku lakukan, jauh darimu adalah sebaik-baiknya doa. Tak ada kata ta

Hujan

Hujan... Aku pernah begitu bahagia di saat datangnya hujan. Aku begitu bahagia dengan senyum lebar dan canda tawa di sudut senja tatkala hujan turun. Kamu tahu bagian itu pernah kualami denganmu? Bagian terbaik dan akan selalu seperti itu, semoga. Tapi bagian terbaik tidak selalu tentang kebahagian, kadang ada juga air mata di dalamnya, dan karena air mata itu aku tak pernah ragu untuk menunggu. Menunggumu yang akan datang lagi padaku untuk bermandikan air hujan lagi di sudut senja itu dan tentu saja dengan senyum manismu. Kamu sama seperti hujan, layak disempatkan berkali kali dan diberi kesempatan kedua kali.  Kamu sama seperti hujan, pantas untuk ditunggu dan selalu disemogakan kamu sama seperti hujan, disetiap datangnya selalu tertinggal kebahagiaan Dan aku tak pernah lelah menunggu kebahagiaan dari hujanku meskipun sejauh apapun ia pergi menyirami belahan bumi lain ia akan kembali lagi dan lagi tanpa bosan tanpa jengah. Dan bawakan hujan rinduku padamu, Tuan...

Rinduku Kamu

Rindu... Menurutmu rindu itu apa? Rindu,bagiku adalah sesuatu yang bisa dirasakan. Rindu hadir diantara jarak dan pertemuan,dimana jarak membatasi sebuah pertemuan,membatasi ketika mata beradu tatap,dan membatasi setiap inci getaran jantung yang berlomba paling cepat. Ketika rindu hadir, ia memerlukan sebuah teman yaitu kesabaran. Kesabaran untuk menunggu sebuah pertemuan yang tidak berjarak lagi. Aku rindu adanya padamu... Sejauh apapun aku pergi diri ini selalu merindukan rumahnya,ya kamulah rumahku muara dari setiap keluh kesahku. Rumah tempat aku ingin kembali pulang. Aku ingin kembali pada gelak tawamu. lengkungan senyummu, hangat pelukmu, dan dinginnya janjimu. Kamu rumah yang selalu menarikku untuk kembali mengetuk pintu dan melangkahkan kaki menuju ruang utama dimana dirimu berada. Aku hanya ingin kau tahu, kamu tempat aku ingin kembali pulang tempat aku ingin mencurahkan ketidakberdayaanku terhadap jarak yang merenggut pertemuan kita. Maaf jika rindu ini terlalu memaksam